Bismillahirrahmanirrahim  Assalamualaikum warahmatullahi wabaraqatuh hai teman-teman blog ku. 

Perkenalkan nama ku Dwi Nur Resqi dengan Nim 11901083, aku dari kelas 4 E program studi pendidikan agama Islam di IAIN pontianak. Di halaman blog aku kali ini, aku akan menceritakan pengalaman ku selama observasi. Kalian tahu kalau di kampus ku itu ada mata kuliah MAGANG, dimana mahasiswa diharuskan terjun kelapangan kerja. Apalagi aku calon seorang guru yang memang harus praktek ke sekolah. Jadi, kami ditugaskan oleh dosen MAGANG untuk menjalankan observasi atau pengamatan disekolah sekitar tempat tinggal kami. 

Pertama-tama puji dan syukur kepada Allah SWT karena dengan nikmatnya saya dan rekan dapat menjalankan observasi dengan baik dan lancar. saya juga mengucapkan terimakasih kepada ibu FARNINDA ADITYA, M.Pd selaku dosen pengampu mata kuliah MAGANG 1 di IAIN pontianak. Terimakasih juga kepada pihak terkait yakni bapak Zeno, S.pd selaku kepala sekolah SMA NEGERI 1 BONTI yang telah memberikan izin kepada saya untuk melakukan observasi disana. Terimakasih kepada bapak Bambang Setiawan, S.pd.i selaku guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi pekerti yang telah membantu menyukseskan magang saya. Tidak lupa kepada para siswa yang turut berpesan aktif dalam observasi kali ini. 


Baiklah langsung saja, observasi saya dilaksanakan disalah satu sekolah menengah atas di kecamatan bonti kabupaten sanggau Kalimantan barat yakni SMA NEGERI 1 BONTI yang merupakan tempat saya bersekolah dulu. SMAN 1 Bonti ini dikepalai oleh bapak Zeno, S.pd.


Pada hari pertama saya pergi kesekolah dengan menggunakan pakaian rapi dan almamater kebanggaan kampus kita. Dihari itu saya langsung menemui bapak kepala sekolah tercinta. Pada saat bertemu saya juga menyapa para guru guru saya disana, kedatangan saya disambut dengan sangat hangat. 

Saya berbincang sedikit dengan ibu Rosma yang merupakan mantan wali kelas saya dulu, beliau menanyakan bagaimana kuliah saya dan kampus saya. Ibu masih sama dengan yang dulu, sangat ramah sekali terhadap saya. Selain Bu rosma, saya juga berbincang dengan ibu Sri Mulyani yang merupakan guru MTK saya, dan Miss Nanik Witri yang merupakan guru tari saya dulu. 


Ketika menemui kepala sekolah, beliau mengatakan kepada saya "nur ternyata udah kuliah ya tidak terasa udah semester 4 padahal dulunya anak bapak" pungkas beliau. Adapun kalimat yang masih saya ingat dari beliau yakni "badan tak apa kecil asal memiliki pemikiran yang besar". Beliau sangat sering memuji saya karena dulu saya adalah anak asuh beliau disetiap kegiatan sekolah, baik itu OSIS, Pramuka, drumband dan sanggar tari. 


Singkat cerita beliau memberikan izin kepada saya untuk melakukan observasi disekolah. Setelah mendapat izin, saya diajak berkeliling di SMA negeri 1 bonti yang dipandu oleh salah satu OSIS disana.


Bangunan sekolah tidak jauh berbeda namun sedikit ada perubahan seperti perbaikan dan penambahan gedung kelas. Lapangan yang masih sama luasnya hanya lebih rapi dan modern dari yang dulu. Struktur sekolah pun masih sangat kokoh dan tegap. Suasana hijau yang menyejukkan mata, udaranya pun sama segarnya. Saya iseng melihat kelas saya dulu tepatnya diujung lorong yang sepi. Ternyata anak kelas 12 sudah pada lulus, jadi dibagian ujung tidak diisi oleh siswa. 


Setelah selesai melihat-lihat, saya mengambil dokumentasi dan berfoto disana sebagai bukti observasi dihari pertama. 

Setelahnya saya pamit untuk pulang. 


Keesokan harinya saya pergi kesekolah lagi untuk menemui salah satu guru yang ada disana yang merupakan wali kelas 11 Mia yaitu ibu Santi, S.pd. saya melakukan wawancara kepada beliau dengan mengajukan beberapa pertanyaan dari pandangan nya sebagai seorang wali kelas. 

Beberapa pertanyaan mengenai media, metode dan sistem pembelajaran dikelas yang diampunya. Setelah selesai mewawancarai ibu Santi, saya pun langsung pamit untuk pulang.


Setelah beberapa hari saya kembali kesekolah untuk melakukan observasi kelas, namun disayangkan bahwa sekolah sudah full daring, jadi tidak ada siswa yang belajar disekolah lagi. Tapi Alhamdulillah nya, pada saat itu beberapa siswa ada yang datang kesekolah, ternyata OSIS mengadakan lomba pidato peringatan hari Kartini. Jadi saya pun ikut meramaikan kegiatan tersebut dengan seksama. Diacara itupun saya melihat bagaimana guru-guru dan siswa saling berkoordinasi untuk menyukseskan acara tersebut. Setelah acara selesai, saya pergi keruangan Tata Usaha untuk mengali informasi mengenai administrasi disekolah. Saya mewawancarai salah satu staf disana, tapi saya lupa menanyakan nama beliau. Pada intinya semua pertanyaan saya mengenai Ketata usahaan dapat dijawab dengan baik. Saya pun bertanya apa kegunaan meja didepan lobi yang baru saya lihat, beliau menjawab bahwa sekolah sudah menggunakan sistem laporan atau absen guru dan siswa ketika masuk atau pulang bahkan ketika izin meninggalkan sekolah. Jadi dari sana dapat dilihat keterlambatan ataupun absen para warga sekolah. Setelah selesai saya pun pamit pulang kembali.


Beberapa hari kemudian saya menghubungi bapak Bambang Setiawan selalu guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk bertemu dan menyesuaikan jadwal beliau. Alhamdulillah pada Hari Rabu, beliau tidak sibuk dan saya bertemu dengannya disekolah untuk melakukan wawancara. Sebelumnya agak sedikit susah menghubungi beliau karna jadwalnya yang lumayan padat, sebab beliau selain guru mata pelajaran juga sebagai pelatih ekstrakurikuler cabang olahraga dan juga Pramuka. saya mengajukan 5 pertanyaan mengenai sistem, media, metode dan kurikulum beserta silabus mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Alhamdulillah berjalan dengan lancar dan selesai.


Pada hari terakhir saya kesekolah, saya berpamitan dan mengucapkan terimakasih kepada para guru dan kepala sekolah karna telah mengizinkan saya untuk melakukan observasi disana. Para guru terutama bapak Zeno benar benar sangat baik terhadap saya sehingga saya dapat menyelesaikan observasi saya di sekolah tersebut. 

Setelah melakukan observasi, saya mencoba mengisi formulir atau penelaahan yang diberikan oleh ibu Farninda Aditya dari hasil observasi saya. Perlahan saya mendengarkan hasil rekaman wawancara saya dengan para guru yang bersangkutan. Saya mencatat dan menelaah hasil wawancara dengan seksama. 


Hingga akhir lebaran, saya mencoba menyelesaikan laporan saya yang tertinggal karena cuti lebaran yang melalaikan saya hehe. Jadi H-1 pengumpulan laporan saya baru selesai mengerjakan laporan tersebut bersama teman satu kelompok saya. Semoga apa yang kami kerjakan dapat memenuhi tugas kami dimata kuliah MAGANG 1 ini. Akhirul Kalam, summasallammualaikum warahmatullaahi wabarakatuh.

 Assalamualaikum warahmatullahi wabaraqatuh temen-temen.. 

Nahhhh ketemuuu lagi nih sama aku hehee 😁 

Diblog ku kali ini kita akan membahas tentang apa yaaa??? 

Penasaran gak??? Penasaran lah masa engak 🀣

Jadi gaessss kita hari ini bahas tentang "MANAGEMEN KELAS" , apa sih itu management kelas??? 

Pada kepo gak sih, atau udah ada yang tau duluan??? Wahhh kita bahas dulu yuk buat yang belum tau disimaakk ya gaessss... 


Pertama Tama kita membahas tentang managemen, sebenarnya udah aku bahas sih di blog sebelumya tentang apa itu management, tapi biar gak bolak balik laman blog, aku jelasin lagi ya disiniiii okeyyyy πŸ‘Œ 


Dari artikel yang aku baca,Kita lihat dulu pengertian management menurut para ahli :

Para ahli memandang ilmu manajemen dengan pengertian beragam. Mary Parker Follet, manajemen adalah seni dalam menyelesaikan tugas melalui perantara. Dalam hal ini, manajemen dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang dilakukan oleh seorang manager untuk mengarahkan bawahan atau orang lain dalam menyelesaikan pekerjaan demi tercapainya sebuah tujuan. 


Beralih ke George Robert Terry, yang mengartikan manajemen sebagai proses khas dari beberapa tindakan, seperti perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan. Seluruh tindakan tersebut bertujuan mencapai target dengan memanfaatkan semua sumber daya yang tersedia.


Menurut Ricky W. Griffin, manajemen adalah proses perencanaan, organisasi, koordinasi, dan kontrol pada sumber daya agar tujuan tercapai secara efektif dan efisien. Efektif di sini maksudnya tujuan tercapai sesuai rencana, dan efisien berarti bahwa manajemen dilakukan secara cermat, terorganisir, dan tepat waktu. 


Berbeda, Lawrence A. Appley mengartikan manajemen sebagai keahlian dalam membangkitkan orang lain agar bersedia melakukan sesuatu. Tak harus seseorang, keahlian manajemen juga dapat dimiliki oleh organisasi maupun kelompok.


Terakhir, Hilman berpendapat bahwa manajemen merupakan fungsi untuk mencapai suatu target melalui perantara, serta melakukan pengawasan. Dengan begitu, tujuan dapat tercapai bersama.


Dari beberapa pendapat para ahli mengenai ilmu manajemen tersebut, pengertian manajemen tidak jauh dari usaha untuk mencapai sebuah tujuan dengan cara mengelola dan mengawasi. Dari penjelasan para ahli tersebut, Anda tentu sudah memahami pengertian dari ilmu manajemen.


Aku kasih contoh ya bagaimana management disekitar kita. Misalnya management waktu atau mengatur waktu, nah disini teman-teman sudah bisa memanage waktu atau belum? Bangun pagi, kemudian beres rumah lalu mengatur jadwal kerja. Nah serigala aktifitas tersusun yang teman teman kerjakan tanpa menyia-nyiakan waktu nah itu namanya memanagement waktu. Kerjanya jadi lebih efektif, efisien dan sistematis. 


Jadi kira kira seperti itu gaes managemen, sampai sini udah paham belum nih? Wkwkwk 

Yukk ah kita bahas pembahasan selanjutnya yaitu KELAS. Apa sih itu kelas? Lah masa kalian gak tau kelas sih. 

Itu loh yang buat minum! Itu mah gelasssss. Hehe canda ya gaes 😁


Oke, kelas. Kelas dalam pendidikan memiliki sejumlah arti terkait. Kelas dapat berarti sekelompok murid yang menghadapi pelajaran ataupun kuliah tertentu di perguruan tinggi, sekolah, maupun lembaga pendidikan. Kelas juga bisa merujuk pada kegiatan belajar-mengajar itu sendiri. 


Namun ada juga nih pengertian kelas yang lain, seperti sebuah kegiatan dalam suatu forum atau ruangan dimana didalamnya terdapat sejumlah orang yang memiliki input dan output sehingga terjadi pembelajaran dan interaksi antar sesamanya. 


Setelah bahas management dan kelas. Maka sekarang kita gabungin yuk menjadi MANAGEMENT KELAS. 

Nah Manajeman kelas adalah keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya bila terjadi gangguan dalam proses belajar mengajar.

Sedangkan pengertian kelas, dalam kamus besar bahasa indonesia kelas didefinisikan sebagai ruang tempat belajar disekolah. Oleh Hornby mendefinisikan kelas merupakan sekelompok siswa yang belajar bersama atau suatu wahana ketika kelompok itu menjalani proses pembelajaran pada tempat dan waktu yang diformat secara format.

Cooper,J.M., dalam bukunya Classroom Teaching Sklills(dalam Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi) mengutip manajeman kelas merupakan seperangkat kegiatan guru untuk menumbuhkan dan mempertahankan organisasi kelas yang efektif. Dalam kaitan ini tugas guru adalah menciptakan dan memelihara ketertiban suasana kelas. Sedangkan menurut Alam S bahwa manajeman kelas adalah rentetan kegiatan guru untuk menumbuhkan dan mempertahankan organisasi kelas yang efektif yaitu meliputi: Pengaturan waktu, pengaturan ruangan (fasilitas), dan pengelompokan siswa dalam belajar. 


Dari pengertian manajeman dan kelas dapat diambil kesimpulan bahwa manajeman kelas adalah segala usaha yang diarahkan untuk mewujudkan suasana pembelajaran yang efektif dan menyenangkan serta dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan baik sesuai dengan kemampuan. Atau dapat dikatakan bahwa manajeman kelas merupakan usaha sadar untuk mengatur kegiatan pembelajaran secara sistematis.


Kita masuk ke tujuan dari management kelas yuk. Tujuan manajeman kelas menurut Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen 

adalah sebagai berikut:

a. Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar, yang memungkinkan siswa untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin.

b. Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi pembelajaran

c. Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabotan belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional dan intelektual siswa di dalam kelas.

d. Membina dan membimbing siswa sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi, budaya serta sifat-sifat individualnya.

Secara umum, manajeman kelas bertujuan untuk menciptakan suasana kelas yang nyaman untuk tempat berlangsungnya proses belajar mengajar. 

Dengan demikian, diharapkan proses tersebut akan dapat berjalan dengan efektif dan terarah, sehingga cita-cita pendidikan dapat tercapai demi terbentuknya sumber daya manusia yang berkualitas. Karena keberhasilan sebuah kegiatan dapat dilihat dari hasil yang dicapainya. Tujuan merupakan titik akhir dari sebuah kegiatan dan dari tujuan itu juga sebagai pangkal tolak pelaksanaan kegiatan selanjutnya. 

Ketercapaian tujuan manajeman kelas seperti di kemukakan oleh A.C 

Wragg dapat di deteksi atau dilihat dari:

1). Anak-anak memberikan respon yang setimpal terhadap prilaku yang sopan dan penuh perhatian dari orang dewasa. Artinya, bahwa prilaku yang diperlihatkan siswa seberapa tinggi, seberapa baik dan seberapa besar terhadap pola prilaku yang diperlihatkan guru kepadanya didalam kelas.

2). Mereka akan bekerja dengan rajin dan penuh konsentrasi dalam melakukan tugas-tugas yang sesuai dengan kemampuanya. Prilaku yang diperlihatkan guru berupa kinerja dan pola prilaku orang dewasa dalam nilai dan norma balikannya akan berupa peniruan dan percontohan oleh siswa baik atau buruknya amat tergantung kepada bagaimana prilaku itu diperankan. 


Mungkin itu dulu gaes pembahasan kita kali ini, ya semoga sedikit banyaknya dapat memberikan informasi dan ilmu lah kepada teman-teman yang membaca ini. So, terimakasih sudah mampir di blog aku yang kadang kadang muncul kadang kadang ilang hehe.. πŸ˜‚ 


Yaudah gaess pamit dulu, selamat menjalankan ibadah puasa ya gaes sampai bertemu di blog selanjutnya... 

Akhirul Kalam summasallammualaikum warahmatullaahi wabarakatuh 

 





Bismillah

Assalamualaikum warahmatullahi wabaraqatuh, hai semua. 

Aku Dwi Nur Resqi (11901083) dari kelas Pai 4E akan menyerahkan laporan bacaan ku disini ya. 

Topik pembahasan kita kali ini yaitu MANAGEMENT PENDIDIKAN. Apa sih itu management pendidikan? Yukkkk kita bahas. 


Pertama-tama kita harus tau dulu nih pengertian dari management dan juga pendidikan. 

Dari artikel yang aku baca,Kita lihat dulu pengertian management menurut para ahli :

Para ahli memandang ilmu manajemen dengan pengertian beragam. Mary Parker Follet, manajemen adalah seni dalam menyelesaikan tugas melalui perantara. Dalam hal ini, manajemen dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang dilakukan oleh seorang manager untuk mengarahkan bawahan atau orang lain dalam menyelesaikan pekerjaan demi tercapainya sebuah tujuan. 


Beralih ke George Robert Terry, yang mengartikan manajemen sebagai proses khas dari beberapa tindakan, seperti perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan. Seluruh tindakan tersebut bertujuan mencapai target dengan memanfaatkan semua sumber daya yang tersedia.


Menurut Ricky W. Griffin, manajemen adalah proses perencanaan, organisasi, koordinasi, dan kontrol pada sumber daya agar tujuan tercapai secara efektif dan efisien. Efektif di sini maksudnya tujuan tercapai sesuai rencana, dan efisien berarti bahwa manajemen dilakukan secara cermat, terorganisir, dan tepat waktu. 


Berbeda, Lawrence A. Appley mengartikan manajemen sebagai keahlian dalam membangkitkan orang lain agar bersedia melakukan sesuatu. Tak harus seseorang, keahlian manajemen juga dapat dimiliki oleh organisasi maupun kelompok.


Terakhir, Hilman berpendapat bahwa manajemen merupakan fungsi untuk mencapai suatu target melalui perantara, serta melakukan pengawasan. Dengan begitu, tujuan dapat tercapai bersama.


Dari beberapa pendapat para ahli mengenai ilmu manajemen tersebut, pengertian manajemen tidak jauh dari usaha untuk mencapai sebuah tujuan dengan cara mengelola dan mengawasi. Dari penjelasan para ahli tersebut, Anda tentu sudah memahami pengertian dari ilmu manajemen.


Aku kasih contoh ya bagaimana management disekitar kita. Misalnya management waktu atau mengatur waktu, nah disini teman-teman sudah bisa memanage waktu atau belum? Bangun pagi, kemudian beres rumah lalu mengatur jadwal kerja. Nah serigala aktifitas tersusun yang teman teman kerjakan tanpa menyia-nyiakan waktu nah itu namanya memanagement waktu. Kerjanya jadi lebih efektif, efisien dan sistematis.


Ok kita lanjut ke pembahasan berikutnya yaitu pendidikan. Nah apa sih itu pendidikan?

Mengutip dari Wikipedia, Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Pendidikan sering terjadi di bawah bimbingan orang lain, tetapi juga memungkinkan secara otodidak.


Dari sumber lain pun mengatakan Secara Etimologi atau asal-usul, kata pendidikan dalam bahasa inggris disebut dengan education, dalam bahasa latin pendidikan disebut dengan educatum yang tersusun dari dua kata yaitu E dan Duco dimana kata E berarti sebuah perkembangan dari dalam ke luar atau dari sedikit banyak, sedangkan Duco berarti erkembangan atau sedang berkembang. Jadi, Secara Etimologi pengertian pendidikan adalah proses mengembangkan kemampuan diri sendiri dan kekuatan individu.  Sedangkan menurut Kamus Bahasa Indonesia, pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan.

Lalu apa pengertian dari pendidikan yang selama ini dijalani manusia. Menurut KBBI kata pendidikan datang dari kata “didik” dengan memperoleh imbuhan “pe” serta akhiran “an”, yang artinya langkah, sistem atau perbuatan mendidik.


Kata pendidikan secara bahasa datang dari kata “pedagogi” yaitu “paid” yang artinya anak serta “agogos” yang artinya menuntun, jadi pedagogi yaitu pengetahuan dalam menuntun anak. Sedang secara istilah pengertian pendidikan adalah satu sistem pengubahan sikap serta perilaku seorang atau kelompok dalam usaha mendewasakan manusia atau peserta didik lewat usaha pengajaran serta kursus.


pengertian pendidikan, Pendidikan dapat diperoleh baik secara formal dan non formal. Pendidikan secara formal diperoleh dengan mengikuti program-program yang telah direncanakan, terstruktur oleh suatu insititusi, departemen atau kementtrian suatu negara seperti di sekolah pendidikan memerlukan sebuah Kurikulum untuk melaksanakan perencanaan penganjaran. Sedangkan pendidikan non formal adalah pengetahuan yang diperoleh dari kehidupan sehari-hari dari berbagai pengalaman baik yang dialami atau dipelajari dari orang lain. 


Dari pengertian diatas, kita gabungin yukkk jadi management pendidikan. 

Nah apa sih management pendidikan itu? 

manajemen pendidikan yaitu suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan dalam mengelola sumber daya yang mana hal itu bisa berupa man, money, materials, method, machines, market, dan segala hal untuk mencapai tujuan pendidikan yang efektif dan efisien. Untuk mewujudkan hal tersebut tentu membutuhkan sebuah rancangan dan perencanaan yang matang sebelumnya. Itulah yang disebut dengan manajemen.


Sejalan dengan pengertian di atas, Soebagio Atmodiwirio menjelaskan, manajemen pendidikan adalah proses untuk melakukan perencanaan, melakukan organisasi untuk memimpin dan untuk melakukan pengendalian. Karena menejemen ini dilakukan dalam dunia kependidikan, maka fokusnya dilakukan oleh para tenaga pendidik serta sumber daya dari pendidikan itu sendiri untuk mencapai tujuan pendidikan.


Para ahli mengemukakan berbagai pengertian manajemen pendidikan, namun inti dari penjelasan tersebut adalah sama yakni sebuah pengorganisasian pendidikan yang meliputi semua elemen-elemen pendidikan tersebut. Hasil akhirnya adalah tercapainya sebuah tujuan pendidikan yang diharapkan..


Kita lanjut ke tujuan nya nih temen-temen, mengutip dari berbagai sumber bahwa ada 4 tujuan management pendidikan, namun secara umum Tujuan Manajemen Pendidikan

Dilakukan manajemen agar pelaksanaan suatu usaha terencana secara sistematis dan dapat dievaluasi secara benar, akurat dan lengkap sehingga mencapai tujuan secara produktif, berkualitas, efektif dan efesien.


-Produktivitas

adalah perbandingan terbaik antara hasil yang diperoleh (output) dengan jumlah sumber yang dipergunakan (input). Produktivitas dapat dinyatakan secara kuantitas maupun kualitas.


-Kualitas

menunjukkan kepada suatu ukuran penilaian atau penghargaan yang diberikan atau dikenakan kepada barang (products) dan/atau jasa (services) tertentu berdasarkan pertimbangan objektif atas bobot dan/atau kinerjanya.


-Efektivitas

adalah ukuran keberhasilan tujuan organisasi.


-Efesiensi

berkaitan dengan cara yaitu membuat sesuatu dengan betul (doing things right) sementara efektivitas adalah menyangkut tujuan (doing the right things) atau efektivitas adalah perbandingan antara rencana tujuan yang dicapai,


efesiensi lebih ditekankan pada perbandingan antara input/sumber daya dengan output. Efesiensi pendidikan adalah bagaimana tujuan itu dicapai dengan memiliki tingkat efesiensi waktu, biaya, tenaga dan sarana.


Kita masuk ke fungsi yukkk. Fungsi dari manajemen pendidikan mengandung empat unsur yaitu sebagai berikut ini :


-Perencanaan (Planning)

Perencanaan ialah suatu proses menyusun tujuan dan sasaran organisasi serta menyusun “peta kerja” yang melibatkan cara pencapaian tujuan. 


-Pengorganisasian (Organizing)

Pengorganisasian adalah suatu Proses dari menghimpun Sumber Daya Manusia, modal, dan peralatan yang dibutuhkan dengan cara yang efektif demi mencapai tujuan.


-Pelaksanaan (Implementation)

Pelaksanaan merupakan suatu Proses dengan menggerakan sumber daya manusia yang ada untuk melakukan suatu kegiatan pencapaian tujuan sehingga efisiensi proses terjadi dan menghasilkan sebuah efektivitas hasil kerja.


-Pengawasan (Controlling)

Pengawasan merupakan suatu Proses pemberian balikan dan tindak lanjut dari pembandingan antara hasil yang dicapai dengan suatu rencana yang sudah dibuat kemudian terdapat tindakan penyesuaian jika terjadi penyimpangan. 


Selain itu kita juga akan membahas prinsip nya. Nah prinsip-prinsip manajemen pendidikan sebagai berikut:


1. Memprioritaskan tujuan di atas 2. kepentingan pribadi dan kepentingan mekanisme kerja.

3. Mengkoordinasikan wewenang dan tanggung jawab.

4. Memberikan tanggung jawab pada personil sekolah hendaknya sesuai dengan sifat-sifat dan kemampuannya.

5. Mengenal secara baik faktor-faktor psikologis manusia.

6. Relativitas nilai-nilai.



Prinsip di atas memiliki esensi bahwa manajemen dalam ilmu dan praktiknya harus memperhatikan tujuan, orang-orang, tugas-tugas, dan nilai-nilai.


Adapun manfaat dari management pendidikan yaitu Manajer sekolah perlu memiliki pengetahuan yang memadai tentang manajer pendidikan sebagai bekal kerja. Dengan kata lain, ia memiliki filsafat manajemen yang akan bermamfaat untuk:


1. Pegangan dalam melaksanakan manajemen pendidikan.


2. Melahirkan kepercayaan diri bagi kepala sekolah dalam proses manajemen guna mencapai tujuan sekolah.


3. Memudahkan kepala sekolah dalam proses berpikir guna memecahkan permasalahan manajemen sekolah secara sistem.


4. Memotivasi kepala sekolah untuk mendapatkan dukungan dari staf sekolah dan menarik partisipasinya.


5. Selalu berpikir efektif dan efisien dalam mencapai tujuan


6. Mengetahui batasan-batasan wewenang dalam manajemen dan memimpin sekolah. 


Kemudian kita akan membahas tentang ruang lingkup dari management pendidikan. 

Dalam membicarakan ruang lingkup manajemen pendidikan ini akan dilihat dari 4 sudut pandang, yaitu dari sudut wilayah kerja, objek garapan, fungsi atau urutan kegiatan dan pelaksana.


A. Ruang lingkup menurut wilayah kerja.


Berdasarkan atat tinjauan wilayah kerja, ruang lingkup manajemen pendidikan dipisahkan menjadi:


-Manajemen pendidikan seluruh Negara, yaitu manajemen pendidikan untuk urusan nasional. Yang ditangani dalam lingkup ini bukan hanya pelaksaan pendidikan di sekolah saja tetapi juga pendidikan luar sekolah, pendidikan pemuda, penyelenggaraan latihan,penelitian, pengembangan masalah-masalah pendidikan serta meliputi pula kebudayaan dan kesenian.


-Manajemen pendidikan satu provinsi, yaitu manajemen pendidikan yang meliputi wilayah kerja satu propinsi yang pelaksanaannya dibantu lebih lanjut oleh petugas manajemen pendidikan di kabupaten dan keca,atan.


-Manajemen pendidikan satu kabupaten/kota, yaitu manajemen pendidikan yang meliputi wilayah kerja satu kabupaten/kota, meliputi semua urusan pendidikan memuat jenjang dan jenis.


-Manajemen pendidikan satu unit kerja. Pengertian dalam manajemen unit ini lebih dititikberatkan pada satu unit kerja yang langsung menangani pekerjaan mendidik misalnya; sekolah, pusat latihan, pusat pendidikan, dan kursus-kursus. 

Dengan demikian ciri unit adalah adanya 

(1) Pemberi pelajaran. 

(2) Bahan yang diajarkan. 

(3) Penerima pelajaran, ditambah semua sarana penunjangnya.


-Manajemen kelas, sebagai suatu kesatuan kegiatan terkecil dalam usaha pendidikan yang justru merupakan “dapur inti” dari selurih jenis manajemen pendidikan. Dalam manajemen kelas inilah kemudian terdapat istilah “pengelolaan kelas” baik yang bersifat instruksional maupun manajerial.



B. Ruang lingkup menurut objek garapan


Yang dimaksud dengan objek garapan manajemen pendidikan dalam uraian ini adalah semua jenis kegiatan manajemen yang secara langsung maupun tidak langsung terlibat dalam kegiatan mendidik. Sebagai titik pusat pandangan adalah kegiatan mendidik di sekolah. Namun karena kegiatan disekolah tersebut tidak dapat dipisahkan  dari jalur-jalur lingkungan formal maupun non-formal, maka tentu juga dibahs lingkup sdistem pendidikan sampai ke tingkat pusat.


C. Ditinjau dari objek garapan manajemen pendidikan, dengan titik tolak pada kegiatan “dapur inti” yaitu kegiatan belajar-mengajar di kelas, maka sekurang-kurangnya ada 8 obyek garapan, yaitu:


1. Manjemen siswa

2. Manajemen personil sekolah

3. Manajemen kurikulum

4. Manejemen sarana atau material

5. Manajemen tatalaksana pendidikan

6. Manjemen pembiayaan

7. Manjemen lembaga-lembaga pendidikan dan organisasi pendidikan

8. Manajemen hubungan masyarakat atau komunikasi pendidikan

Menurut fungsi atau urutan kegiatan.



Adapun fungsi manjemen atau pengeloaan ini adalah:


-Merencanakan

-Mengorganisasikan

-Mengarahkan

-Mengkoordinasikan

-Mengkomunikasikan

-Mengawasi atau mengevaluasi



Bagaimanapun pembagiannya, atau apapun sebutannya, unsur-unsur kegiatan tersebut tetap berkaitan satu sama lain. Kaitan tersebut bersifat bolak balik. Jadi misalnya kita berpikir tentang perencanaan, tentu telah berpikir pula bagaimana nanti bentuk organisasinya, siapa-siapa yang akan menangani tugas, bagaimana pengarahannya dan sebagainya.


D. Menurut pelaksana


Banyak orang mengira bahwa bertanggungjawab melaksanakan manjemen pendidikan hanyalah kepala sekolah dan staf tata usha. Pandangan seperti itu keliru. Manajemen adalah suatu kegiatan yang sifatnya melayani. Dalam kegiatan belajar mengajar, manajemen berfungsi untuk melancarkan jalannya proses tersebut, atau membantu terlaksananya kegiatan mencapai tujuan agar diperoleh hasil yang efektif dan efisien.


Dalam lingkungan kelas, guru adalah administrator. Guru harus melaksakan kegiatan manajemen. Di lingkungan sekolah, kepala sekolah adalah administrator. Dengan pengertian bahwa manjemen adalah pengelolaan, manjemen, maka kepala sekolah bertindak sebagai manajer di sekolah yang dipimpinnya. Selain para administrator di sekolah, masih ada lagi pelaksana manjemen pendidikan yaitu orang-orang yang bekerja di kanto-kantor pendidikan dan pusat-pusat latihan atau di kursus-kursus mempunyai peranan dan tugas seperti pelaksana di sekolah.


Nah temen-temen ku semua, dalam pembahasan kita tadi dapat disimpulkan bahwa management pendidikan sangat penting untuk kelangsungan proses pendidikan. Kenapa? Karna itulah yang dapat mengatur dan mensistematiskan jalan nya pendidikan. Disetiap sekolah, baik itu formal, informal, atau bahkan non formal pasti ada management nya. 


Mungkin hanya itu dulu pembahasan kita kali ini ya, semoga sedikit banyaknya dapat bermanfaat bagi kita semua. Insyaallah aku bakal terus nulis di blog ini, dengan tema yang berbeda-beda tentunya. 

Akhirul Kalam, summasallammualaikum warahmatullaahi wabarakatuh

 





Assalamualaikum warahmatullahi wabaraqatuh

Saya Dwi Nur Resqi biasa dipanggil kiki dari kelas 4E dengan nomor induk mahasiswa 11901083 akan menyerahkan laporan bacaan saya dilaman blog pribadi ini. Pertama Tama terimakasih kepada ibu Farninda Aditya M.Pd selaku dosen pengampu mata kuliah Magang 1 yang telah memberikan tugas berupa menulis dilaman blog pribadi.

Karna sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis lagi diblog, jadi tulisan pertama ini saya akan membahas tentang KULTUR SEKOLAH. 


Pasti sudah tidak asing lagi mendengar kalimat kultur iya kan, nah kata kultur ini tidak lepas dari kata budaya. Sebelum lanjut ke kultur disekolah, kita bahas dulu yuk pengertian kultur dan apa sih persamaan nya dengan kata budaya?.


Dikutip dari Wikipedia, Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi; diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi, dan akal manusia. Bentuk lain dari kata budaya adalah kultur yang berasal dari bahasa Inggris yaitu culture dan bahasa Latin cultura. Secara singkat, kultur adalah bagian dari budaya itu sendiri.


Kata kultur dipakai untuk menunjukkan suatu kegiatan atau kebiasaan khusus yang sering dilakukan berulang disuatu wilayah dan menjadikannya milik wilayah tersebut, dalam artian sesuatu itu menjadi ciri khas atau maskot yang turun temurun. Nah sama hal nya dengan kebudayaan, baik itu kebudayaan daerah dan masyarakat yang dilakukan/diterapkan secara turun-temurun dan terus menerus. Tapi karna kita membahas tentang dunia pendidikan, tentunya kita harus tapi definisi dari kelembagaan tersebut. 


Lembaga Pendidikan adalah wadah atau tempat terjadinya proses pendidikan yang memberikan pengetahuan kepada para peserta didik dan mengubah tingkah laku individu ke arah lebih baik melalui interaksi sosial dengan lingkungan sekitar. Pengetahuan yang didapat bisa berupa perubahan cara berfikir maupun pembentukan karakter. Sejatinya sekolah adalah tempat mencetak generasi muda untuk melanjutkan cita negri. Salah satu cabang dari lembaga pendidikan adalah sekolah, nah tentunya kita pasti tau apa itu sekolah bukan. Karna disanalah kita merasakan pahit manisnya belajar dan duduk di bangku sekolah. banyak hal yang kita ketahui tentang dunia melalui pendidikan disekolah, apa yang awalnya tidak kita ketahui menjadi tahu, itulah tujuan sekolah didirikan. 


Didalam lingkungan pendidikan (sekolah) pun terdapat beberapa hal yang harus kita ketahui loh, salah satu nya topik yang kita bahas yaitu kultur atau budaya. 


Kultur kebudayaan tidak hanya dari lingkungan masyarakat saja, tapi juga dilingkungan pendidikan pun ada.


Setiap sekolah memiliki budaya yang berbeda-beda hal itu dapat dipengaruhi oleh lingkungan atau kebiasaan warga sekolah dan mungkin juga dipengaruhi oleh pemimpin sekolah itu sendiri. Karna tentunya sekolah wajib memfilter atau menyaring budaya yang masuk ke sekolah, apakah budaya tersebut berdampak positif atau malah sebaliknya. Perbedaan pengalaman inilah yang menggambarkan adanya “keunikan” dalam dinamika budaya sekolah. Mengutip dari Bare (Siti Irene Astuti D, 2009 : 119-120) yang menyatakan bahwa ada beberapa karakteristik dari pendekatan antropologi dalam memahami dalam budaya sekolah meliputi:


“a unique mixing of ethnicity, values, experience, skills, and asporation: special rituals and ceremonies: unique history of achievement and tradition: unique socio-economic and geographic location”. 

Budaya sekolah menyebabkan perbedaan respon sekolah terhadap perubahan kebijakan pendidikan, dikarenakan ada perbedaan karakteristik yang melekat pada satuan pendidikan, selain itu budaya sekolah juga mempengaruhi kecepatan sekolah dalam merespon perubahan tergantung kemampuan sekolah dalam merancang pelayanan sekolah (Siti Irene Astuti D, 2009: 74).


Mengapa demikian? Karna kultur sekolah akan memengaruhi hal hal penting tersebut, yang akan menentukan apakah sekolah ini memberikan cerminan baik Dimata masyarakat atau tidak. Karna masyarakat pun melihat pelayanan apa saja yang diberikan oleh lembaga pendidikan satu ini, dan apakah budaya atau kultur sekolah sesuai dengan kebudayaan dan kultur setempat. Jadi memang sudah semestinya sekolah benar-benar memperhatikan betul segala sesuatu yang masuk kedalam lingkungan pendidikan. Ini pun pasti berpengaruh terhadap peserta didik, apabila mereka tidak dapat menyaring maka gagal lah sudah sistem pendidikan terhadap mereka. Karna tugas sekolah adalah memastikan yang masuk ke dalam pemahaman peserta didik sesuatu yang baik bagi mereka. Ditegaskan juga bahwa kultur sekolah dijadikan maskot atau ciri khas sekolah tersebut sudah semestinya sesuatu yang membuat nama sekolah menjadi terlihat khusus Dimata masyarakat atau pun orang luar. Persaingan kultur antar sekolah pun tidak terelakkan, seakan menjadi ajang lomba bagi sekolah sekolah demi menjadi sekolah terbaik dengan kultur yang baik pula.


Kultur sekolah dilihat dari berbagai hal yang terjadi didalam lingkungan sekolah, baik berupa nilai nilai, norma, atau tingkah laku yang menjadi kebiasaan (kerap terjadi) didalam sekolah. Menurut Deal dan Kennedy (dalam Depdiknas Direktorat Pendidikan Menengah Umum, 2003: 3) mengatakan bahwa kultur sekolah sebagai keyakinan dan nilai-nilai milik bersama yang menjadi pengikat kuat kebersamaan mereka sebagai warga suatu masyarakat. Menjadi ciri khas seperti yang sudah kita bahas diatas.


Biasanya kultur sekolah ditampilkan dalam bentuk bagaimana kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan lainnya bekerja, belajar dan berhubungan satu sama lainnya sehingga menjadi tradisi sekolah.

Kultur sekolah pun harus benar-benar dipilah dan dipilih guna untuk menyaring bagian mana yang boleh masuk ke dalam lingkungan pendidikan dan mana yang harus dihilangkan/dihindarkan. Kultur sekolah haruslah memiliki nilai nilai atau sifat serta karakteristik yang baik, seperti mengandung kebiasaan kesopanan, nilai moral, adab, bersifat prestasi atau akademik, bakat dan sebagainya yang menunjang peningkatan proses pendidikan. Yang perlu dihindarkan adalah kultur sekolah yang sebenarnya tidak bisa dijadikan kultur namun kebiasaan buruk yang harus dimusnahkan, tentunya kebiasaan kebiasaan ini bersifat negatif. Maka dari itu, pemimpin lembaga pendidikan beserta masyarakat sekolah wajib memerangi hal tersebut dan Menggantinya dengan kultur yang baik dan sehat. Ada beberapa kultur yang direkomendasikan oleh Depdiknas yaitu kultur yang terkait prestasi/kualitas contohnya seperti semangat membaca dan mencari referensi; keterampilan siswa mengkritisi data dan memecahkan masalah hidup; kecerdasan emosional siswa; keterampilan komunikasi siswa, baik itu secara lisan maupun tertulis; dan kemampuan siswa untuk berpikir obyektif dan sistematis. 


Adapun Kultur yang terkait dengan kehidupan sosial mencakup nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan; nilai-nilai keterbukaan; nilai-nilai kejujuran; nilai-nilai semangat hidup; nilai-nilai semangat belajar; nilai-nilai menyadari diri sendiri dan keberadaan orang lain; nilai-nilai untuk menghargai orang lain; nilai-nilai persatuan dan kesatuan; nilai-nilai untuk selalu bersikap dan berprasangka positif; nilai-nilai disiplin diri; nilai-nilai tanggung jawab; nilai-nilai kebersamaan; nilai-nilai saling percaya; dan nilai-nilai yang lain sesuai kondisi sekolah. hal ini tercantum dalam Depdiknas Direktorat Pendidikan Menengah Umum, 2003: 25-26.


Selain itu, kultur sekolah memiliki sifat-sifat tertentu loh, sifat tersebut dibagi menjadi tiga yakni kultur sekolah bersifat positif, kultur sekolah bersifat negatif dan kultur sekolah bersifat netral. Kita bahas satu persatu ya, dimulai dari kultur sekolah bersifat positif adalah kultur yang mendukung atau mendorong serta memicu proses pembelajaran atau proses pendidikan seperti yang sudah kita bahas sebelumnya. Contohnya ya komitmen dalam belajar, memberikan penghargaan kepada yang berprestasi, atau saling menjaga kepercayaan sesama warga sekolah serta saling suport (mendukung). Nah kultur sekolah yang bersifat positif ini harus dilestarikan ya.


Kemudian kita membahas yang kedua yaitu kultur sekolah bersifat negatif, adalah kultur yang menghambat proses pendidikan, semisalnya banyak jam kosong didalam kelas yang memicu peserta didik ricuh, memulangkan peserta didik lebih awal tanpa alasan yang jelas, banyak siswa yang takut mengemukakan pendapatnya dan cenderung menyembunyikan sesuatu enggan berbagi kepada guru atau yang berwenang terhadap pembentukan karakter peserta didik, dan saling menjatuhkan antara satu sama lain. Hal seperti ini tidak layak dilestarikan apalagi menjadi kebiasaan didalam dilingkungan pendidikan. 


Lanjut lagi membahas yang ketiga yaitu kultur sekolah bersifat netral, maksudnya adalah kultur yang tidak mendukung maupun menghambat peningkatan kualitas pendidikan. Sebagai contoh arisan keluarga sekolah, seragam guru, dan sebagainya. 

Nah ketiga sifat kultur ini tentunya memberikan kita gambaran, mana yang sebaiknya kita lestarikan dan mana yang seharusnya kita tinggalkan.


Lalu bagaimana kita sebagai seorang pelajar menanggapi hal tersebut? Nah tentunya kita sebagai pemuda dan pemudi bangsa yang berjuang dalam mengenyam pendidikan sudah harus tau mana yang baik dan mana yang kurang baik untuk kelangsungan pendidikan kita. Saya pernah mendengar sebuah kasus dimana sebuah sekolah mempunyai kultur yang unik, yang menjadikannya maskot atau label dari sekolah ini. Apa itu? Yaitu mereka menerapkan sistem belajar tambahan sehingga sistem tersebut banyak melahirkan siswa berprestasi hingga tingkat nasional. Nah sistem nya itu seperti ini, pagi mereka menjalankan pembelajaran seperti biasa hingga jam belajar usai sekitar pukul 13:00 siang, kemudian dilanjutkan dengan belajar tambahan (bimble) khusus dari sekolah yang mengharuskan mereka belajar lagi hingga bawah hari pukul 16:00. Kemudian malam hari mereka mengikuti kelas online, kurang lebih satu jam. Hal tersebut terus menerus berulang dan menjadi kebiasaan dan program khusus disekolah tersebut kemudian menjadikan nya budaya atau kultur sekolah. Lalu apakah tanggapan kalian mengenai hal tersebut? Apakah kegiatan itu termasuk kultur sekolah? Apakah dampak positif dan negatif dari kegiatan tersebut? Mari kita bahas pemecahan masalah ini. 


Yang pertama, kegiatan belajar tambahan tersebut tidak bisa disebut sebagai kultur melainkan program sekolah. Kenapa? Karna sejati nya kultur sekolah adalah sesuatu yang melekat dan menjadi kebiasaan yang mengandung nilai nilai didalamnya. Walaupun belajar juga mengandung nilai dan banyak positif nya.

Lalu apa sih dampak lain dari program sekolah tersebut? Ada dua ni temen temen, ada dampak positif dan dampak negatif nya loh. Jadi kegiatan tersebut memiliki dampak positif yaitu siswa mendapatkan jam pembelajaran khusus yang meningkatkan daya kemampuan dan memperluas daya fikirnya. Karenanya banyak siswa disekolah tersebut berhasil dan sukses membawakan nama sekolah mereka diajang olimpiade hingga tingkat nasional. Wahhh bangga sekali ya, hasil dari jerih payah belajar mereka berhasil mengharumkan nama sekolah dan orang tua mereka. Bisa dibilang membentuk murid menjadi anak cerdas. Dampak negatif nya apa kak? Apakah kalian tau ketika murid belajar terus menerus bisa beresiko tinggi terhadap gangguan mental? Bukan gangguan jiwa ya. Jadi begini gaes sederhana nya, jika siswa terus menerus diperas layaknya sapi. Membuat mereka berfikir dan berfikir setiap waktunya (walaupun ada jam istirahat) bisa membebankan daya berfikir mereka. Itulah kenapa dikatakan manusia bukanlah mesin. Mesin pun jika terus terusan dipergunakan pasti akan cepat rusak. Apalagi manusia yang punya batas kemampuan tertentu. Lalu apa solusi untuk hal tersebut? Ya belajar boleh boleh saja, menambah jam pelajaran pun sangat diperbolehkan, tapi harus diselengi dengan refreshing untuk siswa menyegarkan fikiran mereka. Jadi anak anak tidak akan terbeban kan dengan buku dan tulisan saja, tapi juga bersuka cita karna fikiran mereka yang masih fresh sehingga ilmu ilmu yang masuk dapat dengan mudah mereka pahami. 



Jadi begitu ya teman-teman, konsep kultur sekolah atau budaya sekolah ini berbeda tipis dengan program sekolah. Sama sama menunjang pendidikan namun memiliki nilai dan maksud yang berbeda. 

Mungkin hanya itu saja yang bisa saya bahas di tulisan saya kali ini, kutipan kutipan saya dapatkan dari sumber yang insyaallah amanah dan terpercaya, namun diluar itu pembahasan nya murni dari pemahaman saya pribadi. Jadi tinggal bagaimana teman-teman dapat memahami nya sesuai dengan sudut pandang kalian masing-masing. Membahas dan menggali kemudian memahami adalah tugas kita sebagai pelajar. Perbanyak membaca dan mencari tau apa yang ingin kita ketahui. 


Semoga Allah mudahkan kita sebagai pelajar dalam mengenyam pendidikan. Akhirul Kalam, summasallammualaikum warahmatullaahi wabarakatuh.

 Aku kira aku yang jahat

Ternyata perkiraan ku jauh melesat

Bukan tentang siapa yang benar dan siapa yang salah

Tentu saja aku yang meninggalkan

Mungkin sekarang kau membenarkan dugaanku dulu

Aku yang selalu menuduh mu

Berkata bahwa kau telah mendua padahal itu tidak benar adanya

Tapi sekarang berbeda

Kau seakan men-iya kan apa yang aku duga 

Atau kau mewujudkan sakit yang dulu aku buat karna kecemburuan

Padahal kau sangat tau 

Air mata ku begitu mudah untuk menetes

Tidak ada bedanya sekarang 

Kita sama

Aku salah dihalaman lembaran yang lalu 

Karna salah menilai mu

Kini kau pun salah karna ternyata dugaan ku benar adanya 

Aku jadi ingin terus menangis 

Mengeluarkan darah yang begitu menyakitkan

Agar kau tau seberapa rapuh hati ku dulu dan seberapa patah percaya ku kini 

Kejahatan ku menjadi nyata

Aku harus tinggalkan kamu untuk yang kedua kalinya 

Tapi berbeda 

Luka yang ku bawa kini jauh lebih terasa




Sebelumnya aku selalu bertanya pada diri sendiri
Kenapa aku bisa sejahat ini
Kenapa aku bisa pergi tanpa kejelasan
Dan kau tau ?
Aku selalu menyalahkan diri ku sendiri
Entah itu karna rasa yang sakit atau rindu yang tak tertahankan

Tapi aku telah mendapat jawaban
Kenapa tuhan memisahkan dengan cara yang menyakitkan
Hanya agar ketika aku tau kenyataan yang begitu jauh dari apa yang aku impikan
Tidak akan sepahit yang diperkirakan 

Rasa yang beradu, berperang antara lega dan sakit 
Terus menyayat habis hati yang sudah tidak berdaya lagi
Dan kini ia tumbuh semakin kokoh 
Dengan percaya bahwa ia bisa melewati nya

Kau dengannya, dan aku dengan rinduku 
Biarkan saja tetap seperti itu... 




Tiada kata yang lebih legal dari sah

Tiada pula kata yang lebih rapuh dari pisah

Membangun dan mematahkan apa yang telah didirikan 

Kuat menarik paksa rindu diujung kerinduan

.

.

Tidak adakah pahlawan berkuda yang menopang dada

Menahan sakitnya sebuah perpisahan tanpa alasan

Selalu menunggu harapan yang tak kunjung datang

Tentang Impian yang hanya terbangun diatas khayalan

.

.

Terus mengejar dan berlomba dengan waktu 

Bertanya pada laluan yang terlewat pilu

Masih tersadar akan harapan yang palsu

Tangis nya kini menyeruak hingga kedalam kalbu..

.

.

Satu ataupun dua tidak ada bedanya

Memikirkan mu atau memikirkan dirinya

Perbedaan tipis kini berada diantara mereka berdua.. 

Tidak kah kau sadar bahwa jarak menguasai seisinya? 

Perhatikan mereka yang duduk tanpa suara, tanpa kata, tanpa kalimat dan tanpa tatap... 

Satu detik kita bertemu
Didetik selanjutnya kita pun berpisah
Sesingkat itu pertemuan dan perpisahan
Tiba dan pergi hanya sebatas laluan
.
.
Ringisian kecil terdengar sayu
Seakan menahan sakit yang kian membeku
Malam sunyi terisi suara pilu
Harapan kecil yang berakhir semu
.
.
Dimana dan sedang apa
Kamu yang dulu dan kini aku tunggu
Tidak ingatkah janji yang sudah patah?
Atau percaya yang tenggelam oleh waktu?
.
.
Ah rindu terimakasih sudah Sudi bertamu..
Kuat ku hanya sebatas ranting yang hampir patah, dan daun yang akan gugur..
Pengendalian nafsu dan emosi ku masih diambang kapas..
Sangat mudah terhasut melayang oleh angin yang kemanapun ia bertiup..
Hanya selembar kertas basah yang rentan terkoyak lalu melebur..
.
.
Begitulah kuat ku yang lemah..
Apakah itu yang kau lihat dan menjadikan aku motivasi mu?
Abaikan penampilan termasuk juga untuk Ku...
Saat bersamamu aku belajar menghargai waktu..
Sesingkat apapun itu terasa sangat mahal..
Disetiap detiknya dan disetiap menitnya..
Bayangmu selalu menghantui jejak yang selama ini aku tinggali..
.
.
Kini terasa kembali..
Putaran jam sudah tidak bisa ditahan dengan seutas tali..
Memori kini telah penuh dengan kenangan lama yang tersimpan rapi..
Tak ada ruang untuk aku yang kini..
.
.
Detak jantung telah berhenti dipenghujung penatnya..
Terdiam menatap sepasang bola mata yang meneteskan airnya..
Berharap jam pasir kembali terisi penuh..
Tapi itu hanya angan yang sia-sia..
Seperti ada sesuatu yang membuat ku tertahan padamu..
Entah apa namanya aku pun tidak tau pasti..
Yang jelas dan yang aku rasakan adalah ketulusan..
Yaa
Sepertinya baru sekali ini aku mencintai seseorang setulus ini..
Aku tidak memperdulikan selain percaya bahwa ia yang terbaik..
Aku tidak takut hidup walau hanya berdua saja..
Aku pun tidak akan menyangkal jika nantinya akan mendaki bersama..
.
.
Apakah mungkin kini aku telah beranjak dewasa?
Tentang sikap dan pandangan ku yang kian sempurna..
Yang awalnya aku egois kini menjadi lebih logis..
Menaruh hati senyaman ini, meletakkan nya dengan begitu lembutnya..
Doakan aku agar tetap mencintaimu bukan karena harta atau apalah itu namanya
Tetapi tersebab agama..